Apa yang akan terjadi jika pendidikan e-Sports direalisasikan Indonesia ?

Apa yang akan terjadi jika pendidikan e-Sports direalisasikan Indonesia ?
Source : Paladins
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan satu pidato Presiden Joko Widodo saat membuka Pasanggiri Nas dan kejurnas silat AKAD 2017. Dalam pidatonya itu, Presiden Joko Widodo atau lebih akrab disapa Pak Jokowi ini menyampaikan keinginannya untuk mengadakan jurusan pendidikan yang lebih variatif di Indonesia diantaranya menginginkan adanya pendidikan e-Sports.

Terlepas dari keinginan Pak Jokowi tadi, kira-kira apa yang bakal terjadi ya kalau pendidikan jurusan e-Sports benar-benar direalisasikan di Indonesia ? Cari tau jawabannya yuk di bawah ini..


1. Terjadi Pro dan kontra

Hal pertama yang akan terjadi apabila pemerintah merealisasikan pendidikan kejuruan e-Sports di Indonesia sudah pasti adanya pro dan kontra di masyarakat. Beberapa alasan latar belakang seperti takut semakin bobroknya pendidikan di Indonesia, kurikulum yang belum siap sampai cakupan dan prospek pekerjaan yang belum jelas akan menjadi latar belakang orang yang menolak adanya pendidikan e-Sports ini. Perbedaan opini tentu selalu hadir di sekitar kita apalagi hal vital yang bersangkutan soal pendidikan. Jadi wajar apabila pendidikan e-Sports direalisasikan dapat menimbulkan pro dan kontra.


2. Jurusan e-Sports menjadi jurusan favorit

Jika sebelumnya jurusan-jurusan pendidikan yang ada di Indonesia hanya terpaku pada ekonomi, sosial, dan politik. Dengan direalisasikannya pendidikan e-Sports tentu akan menambah variasi jurusan pendidikan yang ada di Indonesia namun bukan saja menambah variasi jurusan, daftar jurusan favorit pun berpeluang besar akan berubah dan bergeser ditempati oleh jurusan e-Sports.

Salah satu alasan penting mengapa e-Sports dapat menjadi jurusan favorit di Indonesia yaitu karena perkembangan e-Sports itu sendiri berkembang begitu pesat dari tahun ke tahunnya. Buktinya pada tahun 2016 e-Sports mencetak pendapatan 493 juta Dollar AS atau 51 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2015. Dengan melihat begitu signifikannya perubahan ini tentu menjadi daya minat yang besar bagi calon mahasiswa yang ada di Indonesia berfikir e-Sports dapat menjadi hal yang diperhitungkan kedepannya. Ditambah lagi asumsi akan prodi ini yang nampak lebih menyenangkan dan jauh dari kesan jenuh karena menggunakan game sebagai medianya. Apa kalian juga tertarik masuk jurusan e-Sports?

Apa yang akan terjadi jika pendidikan e-Sports direalisasikan Indonesia ?
Source : Columbia Business Times


3. Angka Pergaulan Bebas menurun

Pergaulan bebas merupakan salah satu masalah moral terbesar yang ada di Indonesia yang perlu sesegera mungkin diperbaiki. Tercatat 62,7 persen remaja di Indonesia sudah pernah bercinta atau melakukan hubungan dewasa, ini menjadi bukti jika masalah moral di Indonesia sudah begitu krisis. Tapi pernahkah kalian berfikir jika adanya pendidikan e-Sports dapat menekan angka pergaulan bebas di Indonesia ?

Sejatinya masalah moral memang harus diperbaiki dari nilai-nilai religius dan moralitasnya namun siapa sangka apabila adanya pendidikan e-Sports dapat menurunkan angka pergaulan bebas yang ada di Indonesia. Dengan adanya pendidikan e-Sports kemungkinan remaja untuk melakukan hal-hal yang tidak baik akan ditekan karena waktu yang mereka miliki cenderung lebih dipilih untuk digunakan mengikuti mata pelajaran e-Sports ini. Layaknya kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka, futsal ataupun basket dimana mereka yang menyukai kegiatan tersebut akan lebih memprioritaskan waktunya ketimbang kegiatan lain. Begitupun dengan adanya pendidikan e-Sports, dengan antusiasme yang begitu tinggi baik dari gamers itu sendiri ataupun bukan tentu jika kita akumulasikan dapat menghasilkan banyak remaja yang aktif dalam kegiatan pembelajaran e-Sports ini. Dengan kata lain angka pergaulan bebas dapat menurun.


4. Menjadi Negara eSports Terbesar di Dunia

Source image : UBG Blogs

Sebagai negara yang belum mengenal pendidikan e-Sports,  bukan hal mustahil apabila Indonesia dapat menjadi negara yang maju bahkan menjadi negara terbesar di dunia e-Sports. Indonesia sendiri tercatat memiliki 25 juta orang penggemar video game, dengan melihat jumlah sebesar ini tentu dapat dikatakan ini adalah sebuah potensi besar dalam melahirkan banyak team-team e-Sports di Indonesia.

Melihat potensi tadi, satu hal yang perlu dilakukan yaitu mengelola jumlah tadi menjadi angka yang lebih efektif. Jumlah total penggemar video game dengan jumlah atlit atau team e-Sports memiliki rasio perbandingan yang kecil. Untuk itu hal ini bisa menjadi kemungkinan yang besar apabila pendidikan jurusan e-Sports benar-benar direalisasikan dan dikelola dengan baik dapat memberi dampak yang sangat besar. Jika kita menilik negara yang telah memulai terlebih dahulu pendidikan e-Sports seperti Korea selatan dan USA, kedua negara ini merupakan dua contoh negara maju yang cepat dalam mengambil setiap peluang untuk dijadikan inovasi. Pertanyaannya apakah kedua negara ini memiliki perspektif yang sama terhadap e-Sports ? 

Apabila pertanyaan tadi kita jawab dari sudut pandang orang ketiga, tentu mereka memiliki pandangan yang sama terhadap e-Sports. Dan andaikan Indonesia merealisasikan pendidikan kejuruan e-Sports segera mungkin, kita bisa bayangkan dengan potensi yang ada ditambah asupan pengetahuan seputar e-Sports bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi negara yang superior di bidang olahraga digital ini.


5. Angka kebodohan meningkat

Jika membicarakan video game, hal yang selalu menjadi perhatian yaitu mengenai dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Esensi utama dari bermain game sejatinya hanya sebagai sarana hiburan saat kita merasakan kepenatan. Maka dari itu adanya pendidikan kejuruan e-Sports akan menjadi pertanyaan besar seputar apa yang akan dipelajari. Bahkan perdebatan e-Sports termasuk kedalam olahraga pun masih panas diperdebatkan. 

Namun di luar hal tadi seandainya Indonesia merealisasikan pendidikan kejuruan e-Sports, sebenarnya dapat memberi dampak yang kurang baik terhadap pendidikan di Indonesia. Karena dengan adanya jurusan e-Sports bisa menjadi faktor utama yang mendorong para siswa untuk malas belajar. Bermain game akan dianggap sebagai materi untuk belajar sehingga dapat mengabaikan nilai-nilai pengetahuan lain seperti sosial, ekonomi dan budaya. Apabila hal ini terjadi tentu daya kognitif siswa akan menjadi buruk dan kualitas pendidikan Indonesia semakin menurun.  

Wih banyak juga ya apa yang akan terjadi kalau hal ini teralisasikan, lalu bagaimana pendapat kalian tentang rencana pemerintah untuk mengadakan pendidikan jurusan e-Sports di Indonesia ? Apakah kalian team pro atau kontra ? Beri tanggapanmu di kolom komentar yah!









Rekomendasi

Main game, terus tidur, lanjut nge-game lagi

3 komentar

Semoga terealisasikan, Semua hal ada sisi positif dan negatifnya,tapi jika pemerintah benar benar mengadakan pendidikan jurusan e-Sports di Indonesia yg lebih dominan menurut saya ya sisi positifnya

berharap yang terbaik buat Indonesia (y)


EmoticonEmoticon